Kabupaten Bojonegoro – Aktivitas pria berinisial JB, yang sebelumnya disebut-sebut oleh sejumlah warga sebagai koordinator pengangsu BBM bersubsidi jenis solar di sejumlah SPBU di Kabupaten Bojonegoro, dikabarkan tidak lagi terlihat dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut keterangan salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab JB menghentikan aktivitasnya.
Narasi yang berkembang di masyarakat menyebut terdapat beberapa dugaan, mulai dari kemungkinan adanya tindakan pencegahan oleh aparat kepolisian hingga dugaan bahwa JB memperoleh informasi lebih awal terkait adanya laporan yang telah disampaikan kepada aparat penegak hukum.
“Belum tahu apakah memang disuruh berhenti oleh Polres atau mendapat informasi dari oknum aparat penegak hukum berinisial HR bahwa aktivitasnya sudah dilaporkan sampai ke Kapolri dan Kapolres Bojonegoro,” ujar narasumber kepada media ini, Minggu (28/6/2026).
Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada bukti maupun keterangan resmi yang dapat mengonfirmasi dugaan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, JB diketahui merupakan warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ia diduga mengumpulkan BBM bersubsidi jenis solar dari sejumlah SPBU di wilayah Bojonegoro sebelum kemudian dijual kembali ke wilayah Blora.
Seorang narasumber menyebut aktivitas JB kini sudah tidak terlihat.
“JB orang Blora, dijual ke Alas. Tapi saat ini sudah tidak bekerja. Nanti kalau aktivitas lagi saya informasikan,” kata narasumber.
Sejumlah warga mengaku menyayangkan apabila aktivitas tersebut berhenti bukan karena adanya penindakan hukum, melainkan hanya karena pelaku mengetahui adanya laporan yang telah masuk ke aparat penegak hukum.
Masyarakat berharap aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak-pihak yang terlibat dalam praktik tersebut apabila memang ditemukan bukti yang cukup.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Bojonegoro terkait informasi berhentinya aktivitas JB maupun mengenai dugaan adanya oknum aparat berinisial HR yang disebut oleh narasumber. Media ini juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.







