Polres Melawi Lanjutkan Proses Hukum, Paska Kejadian Kerumunan di Jembatan Melawi

INVESTIGASITIMES.com, Melawi – Kapolres Melawi AKBP Sigit Eliyanto Nurjharjanto,S.I.K melalui Kabag Ops. AKP Aang Pemana,S.I.P.,M.AP menegaskan bahwa penyidikan kasus Perang Mercon di hari Raya Idul Fitri 1442 H, di jembatan penghubung Desa sidomulyo dan Desa Tanjung Niaga yang mengakibatkan kerumunan massa pada, (13/05/2021) lalu tetap berlanjut.

”Kami tidak main- main dalam menangani aksi kerumunan yang dinamai Perang Mercun ini, dalam hal ini Polres Melawi sudah mengamankan 9 orang dan 1 orang setelah di sweb positif terpapar virus covid-19,” terangnya.

Menurutnya, sebelum hari Raya Idul fitri kami sudah melakukan berbagai upaya pencegahan bersama lintas sektor tergabung juga satgas covid-19 melakukan rapat dalam upaya pencegahan.

”Kami juga sudah memasang baliho/baner meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan Perang Mercon di sekitar jembatan, pencegahan dan upaya sudah kami lakukan dengan semaksimal mungkin,” terang kabag Ops Kepada Awak Media.

Berdasarkan keterangan ketua tim investigasi LI Bapan Elisabeth Etarusni mengatakan, bahwa dalam hal aksi kerumunan Perang Mercon ini, sangat mengapresiasi tindakan yang cukup cepat dan tepat dari pihak Aparat Kepolisian Resort melawi beserta Satgas covid-19.

”Kita juga meminta kepada pihak kepolisian mengusut kasus ini sampai tuntas,dimana kita ketahui salah Satu anggota Polres Melawi menjadi korban serangan mercon yang mengakibatkan cidera, tindakan ini sangat melanggar aturan hukum,” terang Elis di kediamannya.

Perang Mercon yang diangap tradisi itu, menuai Pro dan Kontra, salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Melawi, Drs, M. Jubirsaidi menegaskan, kegiatan itu bukan tradisi di Melawi.

”Kami sendiri pun tidak tau itu tradisi apa,” jelasnya.

Di Pendopo Bupati Melawi, Dady sunarya Usfayuarsa mengatakan, bahwa sebagai Ketua satgas Covid-19 di Kabupaten melawi berbagai upaya sudah kami lakukan.

”Jadi jika kami di anggap gagal di mana nya,” tanya Dadi kepada awak media.

Bahkan untuk saat ini kami baru selesaikan rapat pembahasan kenaikkan angka covid-19 di Kabupaten Melawi, Pemda meminta layanan Ibadah di Gereja-gereja dihentikan, tetapi pak pendeta tidak menyetujuinya dan mengatakan saat-saat sulit begini kita harus lebih dekat dengan Tuhan.

Saat terjadi kerumunan tanggal 13 Mei 2021 di hari pertama perayaan idul Fitri itu saya sendiri ikut turun kelapangan dalam pengamanan, bahkan baju saya sampai sobek di tembak Mercon, dan Bupati menambahkan sebenarnya pengamanan lalu lintas di jalan Raya itu tugas dan wewenang Kepolisian,“ terang Bupati Melawi Dady Sunarya Usfayuarsa, ( Denny Martin )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *