APH Diharap Lidik Proyek Swakelola Lere Jaya

Investigasitimes.com, Koltim – Tekanan yang diberikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dewa Made Ratmawan sepertinya tidak “mempan” bagi Muawiyah alias Maya, selaku eksekutan proyek swakelola jembatan beton di Desa Lere Jaya, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).

Meskipun disampaikan agar dalam minggu ini segera action tetapi kenyataannya belum ada progres kelanjutan di lokasi pembangunan proyek swakelola.Tidak ada satupun pekerja beraktivitas di sana. Kondisi proyek jembatan masih saja tetap seperti biasa.

Belum adanya kelanjutan aktivitas pengerjaan proyek swakelola, diduga akibat belum terbayarnya harga bahan material maupun upah sopir sampai. Terdengar kabar bahwa sudah beberapa kali eksekutan Maya menjanjikan pelunasan, namun tak kunjung tiba sampai dengan siang hari ini.

Berbagai asumsi muncul dari kalangan masyarakat Koltim ketika pengerjaan kegiatan proyek swakelola Lere Jaya terhambat. Terlebih lagi diketahui jika dana proyek sudah dicairkan 100 %.

“Yang mengherankan, dananya sudah cair 100% tetapi mengapa progres pekerjaan begitu lambat. Bahkan sampai menimbulkan hutang bahan material maupun upah sopir. Kemana dananya kalau begitu?”kata Ketua LSM Barisan Rakyat Anti Korupsi (BARAK) Koltim, Beltiar bertanya-tanya.

“Dugaan kami, jangan-jangan anggarannya sudah habis dipergunakan?Kalau memang masih ada, mengapa sampai sekarang belum dibayar bahan material dan upah sopir,ada apa?,” tambahnya.

Beltiar berharap agar sekiranya pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dapat turun melakukan penyelidikan maupun pemeriksaan terkait kemana saja mengalirnya dana ratusan juta pekerjaan swakelola jembatan beton Lere Jaya sampai-sampai terhenti bahkan menimbulkan utang material dan upah sopir.

“Menurut hemat kami,tidak ada alasan sampai kegiatan swakelola itu berhenti begitu saja. Sebab dananya sudah cair 100% dan ready ditangan bendahara swakelola,” jelasnya.

Sekedar informasi, berdasarkan papan informasi proyek yang menempel di pohon (sekitar pembangunan jembatan beton), proyek swakelola BPBD ini mulai dilaksanakan pada tanggal 22 Mei dan berakhir tanggal 19 November 2023.

Adapun Surat Perintah Kerja (SPK)-nya bernomor:362/02/SPK/SWKL/BPBD/V/2023. Anggaran pembangunan jembatan beton yang digunakan adalah dari Belanja Tak Terduga (BTT) senilai Rp. 682.363.000.

Sampai dengan tanggal 18 November 2023, progres pekerjaannya baru mencapai kurang lebih 30-an%. Abutment atau kepala jembatan sebagai penahan tanah dan pemikul beban belum sepenuhnya tuntas dikerjakan.Struktur atas jembatan seperti plat lantai atau bridge deck sama sekali belum dikerjakan.

Tak satupun pekerja jembatan terlihat bekerja. Beberapa sisa material jembatan masih bertumpuk di sana seperti pasir (diperkirakan satu ret),beberapa potongan besi ulir,kayu berbentuk balok dan kayu kaso. Mesin molen maupun pompa air terlihat masih berserakan disekitar lokasi pekerjaan jembatan.

Belakangan terungkap,ternyata dibalik pekerjaan swakelola ini terdapat hutang bahan material dan upah sopir yang belum terselesaikan. Nominalnya sebesar Rp. 21.740.000.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *