Investigasitimes.com, Koltim – Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di halaman rumah jabatan (rujab) Bupati Koltim, Desa Matabondu, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (2/5/2024).
Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Bupati Koltim,Abdul Azis SH MH.
Beberapa pejabat tampak dalam upacara peringatan Hardiknas tersebut. Diantaranya, Ketua Bawaslu Koltim, Abang Saputra Laliasa, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Koltim, Hartini Azis AMa, Wakapolres Koltim, Kompol Tawakkal, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 454 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Dalam sambutan tertulis Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim yang dibacakan Bupati Azis menguraikan, bila lima tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanannya di Kemendikbud Ristek.
Dikatakannya, menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar semakin menyadarkan tentang tantangan dan kesempatan untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Bukan hal mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan pula tugas yang sederhana untuk dapat mengubah perspektif tentang proses pembelajaran. Semua membutuhkan perjuangan dalam membuat sebuah perubahan.

Diungkapkan, setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan tentunya akan disertai oleh rasa ketidaknyamanan. Dan, ketika langkah sudah mulai serempak kemudian muncul tantangan yang tak pernah terbayangkan yakni pandemi covid 19. Sehingga, dampak yang ditimbulkan mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup kita secara drastis.
“Pada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan. Dengan bergotong royong, kita berjuang untuk pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat. Ombak kencang dan karang tinggi sudah kita lewati bersama. Kini, kita sudah mulai merasakan perubahan terjadi di sekitar kita, digerakkan bersama-sama dengan langkah yang serempak dan serentak,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan lagi, wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang dibangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar. Kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas. Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya. Kita sudah menyaksikan lagi para mahasiswa yang siap berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus.
Dan pula kita sudah merayakan lagi semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi. Lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin gerakan Merdeka Belajar. Namun, lima tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh. Kita sudah berjalan menuju arah yang benar, tetapi tugas kita belum selesai.
Semua yang telah kita jalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan. Semua yang sudah kita upayakan harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang kita cita-citakan.

Waktu yang bergulir membawa pada akhir masa pengabdian saya sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Namun, ini bukanlah titik akhir dari gerakan Merdeka Belajar. Dengan penuh ketulusan, saya ucapkan terima kasih banyak atas perjuangan yang Ibu dan Bapak lakukan.
Diakhir sambutannya, dengan penuh harapan, Nadiem menitip Merdeka Belajar kepada semua pihak, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan.
Usai melaksanakan upacara peringatan Hardiknas, Bupati Azis menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada ratusan PPPK. Terdiri dari, untuk tenaga kesehatan sebanyak 264 orang, tenaga guru sebanyak 170 orang dan SK untuk tenaga teknis sebanyak 20 orang (totalnya 454 orang).
Tak hanya itu, pada momentum Hardiknas ini, Bupati Azis juga meresmikan pengoperasian lima unit bus sekolah secara gratis bagi siswa.
“Bus sekolah ini nantinya akan dipergunakan untuk menjemput siswa dari dan pulang sekolah. Bus ini juga dapat digunakan untuk kegiatan lain seperti studi wisata dan lain sebagainya di waktu hari libur. Bus ini akan didistribusikan ke beberapa kecamatan. Untuk operasional seperti sopir, BBM (Bahan Bakar Minyak), perbaikan dan lain sebagainya ditanggung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Bupati Azis.









