{"id":7280,"date":"2026-06-25T10:06:07","date_gmt":"2026-06-25T03:06:07","guid":{"rendered":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/?p=7280"},"modified":"2026-06-25T10:06:07","modified_gmt":"2026-06-25T03:06:07","slug":"aktivitas-jb-diduga-masih-berlangsung-di-tengah-kelangkaan-solar-bersubsidi-di-bojonegoro","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/aktivitas-jb-diduga-masih-berlangsung-di-tengah-kelangkaan-solar-bersubsidi-di-bojonegoro\/","title":{"rendered":"Aktivitas JB Diduga Masih Berlangsung di Tengah Kelangkaan Solar Bersubsidi di Bojonegoro"},"content":{"rendered":"<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>Bojonegoro<\/strong> \u2013 Di tengah keluhan masyarakat terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, aktivitas seorang pria berinisial JB yang diduga terlibat dalam pengumpulan BBM bersubsidi kembali menjadi sorotan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Sejumlah SPBU di Bojonegoro masih terlihat memasang papan informasi bertuliskan &#8220;Solar Habis&#8221; maupun &#8220;Solar Masih Dalam Perjalanan&#8221;. Kondisi tersebut dikeluhkan para sopir truk, petani, dan pelaku usaha yang mengandalkan solar bersubsidi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Di tengah situasi tersebut, JB, yang disebut merupakan warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga masih menjalankan aktivitas pengumpulan solar bersubsidi dari sejumlah SPBU di wilayah Bojonegoro. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, aktivitas tersebut diduga telah berlangsung cukup lama dengan memanfaatkan kendaraan yang secara bergantian melakukan pembelian solar bersubsidi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa BBM bersubsidi yang berhasil dikumpulkan diduga kemudian dibawa ke luar wilayah Bojonegoro dan diperjualbelikan kembali dengan harga yang lebih tinggi. Dugaan tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah upaya pemerintah menyalurkan subsidi energi secara tepat sasaran.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Apabila terbukti, praktik tersebut berpotensi mengganggu distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat, pelaku usaha kecil, sektor pertanian, dan sektor lainnya yang berhak menerima subsidi dari pemerintah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Meski dugaan aktivitas JB telah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, hingga kini belum diketahui adanya langkah penegakan hukum yang secara terbuka diumumkan oleh aparat terkait. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai pengawasan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Bojonegoro.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kanit Pidum Polres Bojonegoro Ipda Michael Manansi, S.Tr.K., Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Cipto Dwi Leksana, layanan pengaduan &#8220;Matur Pak Kapolres Bojonegoro&#8221;, hingga Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi, S.H., S.I.K., M.I.K.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan terkait dugaan aktivitas JB maupun langkah-langkah yang telah dilakukan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti informasi yang beredar di masyarakat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat melakukan penyelidikan secara transparan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam distribusi BBM bersubsidi. Langkah tersebut dinilai penting agar subsidi energi yang disiapkan pemerintah benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak serta tidak disalahgunakan untuk kepentingan komersial.<\/p>\n<p>Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada JB maupun seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bojonegoro \u2013 Di tengah keluhan masyarakat terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7274,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-7280","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7280"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7280\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7281,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7280\/revisions\/7281"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7280"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}