{"id":7178,"date":"2026-05-09T09:57:00","date_gmt":"2026-05-09T02:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/?p=7178"},"modified":"2026-05-09T09:57:00","modified_gmt":"2026-05-09T02:57:00","slug":"di-tengah-duka-warga-wonuambuteo-plt-bupati-yosep-dan-sekda-rismanto-hadir-memberi-penguat-harapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/di-tengah-duka-warga-wonuambuteo-plt-bupati-yosep-dan-sekda-rismanto-hadir-memberi-penguat-harapan\/","title":{"rendered":"Di Tengah Duka Warga Wonuambuteo, Plt Bupati Yosep dan Sekda Rismanto Hadir Memberi Penguat Harapan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kabupaten Koltim<\/strong> \u2014 Musibah tidak pernah memilih waktu untuk datang. Ia bisa mengetuk pintu siapa saja, kapan saja, tanpa aba-aba.<\/p>\n<p>Kebakaran yang terjadi di Desa Wonuambuteo, Kecamatan Lambandia, pada Kamis, 6 Mei 2026 lalu, menjadi luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>Dalam peristiwa itu, seorang nenek dan cucunya harus mendapatkan perawatan intensif akibat luka yang mereka alami. Bahkan, sang balita kini dirawat serius di rumah sakit di Kota Kendari.<\/p>\n<p>Di tengah suasana duka dan kepanikan keluarga korban, kehadiran pemerintah daerah menjadi penanda bahwa masyarakat tidak sendiri menghadapi cobaan.<\/p>\n<p>Plt. Bupati Kolaka Timur (Koltim), Yosep Sahaka bersama Sekretaris Daerah Koltim, Rismanto Runda menunjukkan empati yang tidak hanya sebatas pada ucapan belasungkawa semata.<\/p>\n<p>Di tengah padatnya tanggung jawab mengurus roda pemerintahan, keduanya menyempatkan diri turun langsung menjenguk korban pada Jumat, 8 Mei 2026.<\/p>\n<p>Mereka didampingi Asisten I Setda Koltim, Marwan, staf ahli bupati, serta sejumlah kepala OPD. Kehadiran rombongan pemerintah daerah di rumah sakit bukan sekadar agenda formalitas, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap warga yang sedang tertimpa musibah.<\/p>\n<p>Rombongan bahkan membagi lokasi kunjungan untuk memastikan seluruh korban mendapat perhatian yang sama. Sang nenek dirawat di RS Aaliyah 3 Kendari, sementara cucunya menjalani perawatan di RS Bahteramas Kendari akibat luka serius yang dialaminya pasca kebakaran.<\/p>\n<p>Dalam suasana penuh haru itu, Yosep Sahaka menegaskan, bahwa pemerintah harus hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.<\/p>\n<p>Baginya, perhatian terhadap korban bencana bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga dukungan moril agar keluarga tetap kuat menjalani cobaan.<\/p>\n<p>\u201cKehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang mengalami musibah adalah bentuk kepedulian dan dukungan moril agar korban dan keluarga tetap kuat menghadapi cobaan ini,\u201d ujar Yosep.<\/p>\n<p>Apa yang dilakukan Pemkab Koltim menjadi gambaran bahwa empati seorang pemimpin tidak cukup hanya tersimpan di hati. Empati harus menjelma menjadi tindakan nyata, hadir langsung melihat kondisi rakyatnya, mendengar keluhan mereka, dan memastikan penanganan berjalan dengan baik.<\/p>\n<p>Di tengah situasi sulit yang dialami keluarga korban, perhatian seperti inilah yang kerap menjadi penguat harapan. Bahwa di saat masyarakat tertimpa musibah, pemerintah tidak berjarak, melainkan hadir membersamai.<\/p>\n<p>Langkah cepat yang dilakukan Pemkab Koltim ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi lintas OPD dalam penanganan pasca bencana, mulai dari pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga pendampingan bagi keluarga korban.<\/p>\n<p>Kehadiran pemerintah diharapkan mampu memberikan rasa tenang sekaligus semangat baru bagi korban agar dapat melalui masa pemulihan dengan lebih kuat.<\/p>\n<p>Musibah memang tidak dapat dielakkan. Namun kepedulian, empati, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat adalah nilai yang selalu mampu menghadirkan secercah harapan di tengah duka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabupaten Koltim \u2014 Musibah tidak pernah memilih waktu untuk datang. Ia bisa mengetuk pintu siapa&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7179,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-7178","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-adv"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7178","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7178"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7178\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7180,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7178\/revisions\/7180"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7178"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}