{"id":5241,"date":"2025-01-02T14:46:04","date_gmt":"2025-01-02T07:46:04","guid":{"rendered":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/?p=5241"},"modified":"2025-01-02T14:46:04","modified_gmt":"2025-01-02T07:46:04","slug":"hut-konut-ke-18-dihadiri-kapolda-sultra-dan-pimpinan-zhejiang-huayou-cobalt-co-ltd-bupati-ruksamin-paparkan-capaian-pembangunan-dan-penghargaan-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/hut-konut-ke-18-dihadiri-kapolda-sultra-dan-pimpinan-zhejiang-huayou-cobalt-co-ltd-bupati-ruksamin-paparkan-capaian-pembangunan-dan-penghargaan-daerah\/","title":{"rendered":"HUT Konut ke-18 Dihadiri Kapolda Sultra dan pimpinan Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd, Bupati Ruksamin Paparkan Capaian Pembangunan dan Penghargaan Daerah"},"content":{"rendered":"<p><strong>Investigasitimes.com, Konut<\/strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) melaksanakan upacara peringatan HUT Konut ke-18, pada Kamis, (2 Januari 2025) di lapangan kantor Bupati. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Bupati Konut, DR. IR. H. Ruksamin ST MSi, IPU.ASEAN.Eng.<\/p>\n<p>Adapun tema yang diusung pada peringatan HUT Konut ke-18 kali ini adalah<em> &#8220;BERSAMA KONASARA MENUJU INDONESIA EMAS 2045&#8221;.<\/em><\/p>\n<p>Pantauan wartawan investigasitimes.com, selain dari kalangan pejabat birokrasi lingkup Pemkab dan DPRD Konut, tokoh pemekaran, sejumlah pejabat tinggi lainnya juga turut hadir dalam upacara peringatan ini. Diantaranya, Kapolda Sultra, Irjen Pol Dwi Irianto SIK MSi, Perwakilan Korem 143 HO Kendari, dan juga pejabat tinggi lainnya. Termasuk hadir pula, para petinggi dari lembaga vertikal, BUMN, BUMD Perusahaan Swasta, pimpinan Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd bersama rombongan.<\/p>\n<p>Bupati Ruksamin dalam sambutannya mengatakan, 18 tahun perjalanan Kabupaten Konawe Utara adalah kisah tentang perjuangan, kerja keras dan semangat kekeluargaan. Sejak awal berdirinya Kabupaten Konawe Utara, berbagai tantangan telah dihadapi, mulai dari keterbatasan infrastruktur, ketimpangan ekonomi, keterbatasan catatan informasi, keterbatasan struktur kelembagaan, keterbatasan pendapatan daerah, bencana alam hingga dinamika sosial. Sehingga, pada momentum peringatan HUT Konawe Utara ke-18 ini harus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah adalah tanggung jawab bersama.<\/p>\n<p>Dikatakan, berbagai program prioritas daerah telah dan akan terus dilakukan secara berkelanjutan yang mencakup peningkatan sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur dasar dan kewilayahan, pembangunan, pembangunan perekonomian daerah, percepatan reformasi birokrasi dan pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, pencegahan dan pengendalian stunting, pengendalian inflasi, penguatan peran budaya dan keagamaan dan mitigasi bencana alam adalah permasalahan pokok dan pembangunan yang harus kita selesaikan bersama.<\/p>\n<p>&#8220;Pembangunan daerah secara makro selama ini di Kabupaten Konawe Utara telah menunjukkan pencapaian yang cukup berhasil. Kita bersyukur pada tahun 2024 lalu, kondisi perekonomian mengalami pertumbuhan yang sangat positif yaitu 5,03% atau tertinggi kelima di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dimana, pertumbuhan ekonomi di Konawe Utara bertumbuh pada sektor pertanian dalam arti luas, sub sektor pertambangan dan penggalian dan sub sektor perdagangan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kemudian, aspek sektor kesejahteraan masyarakat terus mengalami peningkatan dimana angka per kapita penduduk kabupaten Konawe Utara saat ini berada pada posisi keempat tertinggi di provinsi Sulawesi Tenggara.<\/p>\n<p>Upaya pembangunan SDM yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan dan peningkatan akses ekonomi masyarakat telah menunjukkan hasil yang cukup baik,dimana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Konawe Utara berada pada kategori tinggi diatas 70 point bersama empat daerah lainnya di Sulawesi Tenggara yaitu Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, Kota Bau-bau dan Kabupaten Konawe.<\/p>\n<p>Selanjutnya, kata Ruksamin, tingkat kemiskinan di Kabupaten Konawe Utara cenderung menurun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Untuk itu,kita semua pembangun kepentingan harus terus berkomitmen menekan angka kemiskinan di daerah dengan mengerahkan segala upaya memprogramkan program-program unggulan daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Terakhir, kita juga mampu menekan pengangguran terbuka di Kabupaten Konawe Utara dalam kurun waktu dua tahun terakhir hingga dibawah 3% atau selalu ada dibawah angka rata-rata provinsi atau nasional. Upaya pembangunan desa yang menjadi prioritas pemerintah daerah dalam kurun waktu 8 tahun terakhir sudah cukup berhasil yang ditujukan dalam peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) dengan kategori predikat berkembang. Catatan ini sangat jauh bila dibandingkan dengan nilai IDM tahun 2016 dengan predikat tertinggal,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Apa yang dicapai, lanjut Ruksamin, pemerintah Kabupaten Konawe Utara telah mendapat apresiasi penghargaan baik ditingkat provinsi maupun nasional. Seperti diantaranya, Anugrah Inovasi Membangun Negeri atas keberhasilan mengimplementasikan inovasi dibidang pendidikan dan pertanian yang dianggap telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Kabupaten Konawe Utara.<\/p>\n<p>Penghargaan kabupaten peringkat pertama penilaian kinerja penyaluran Dana Desa. Penghargaan lencana bakti inovasi desa atas pembinaan teknologi tepat guna di daerah, penghargaan sebagai layak anak predikat Pratama, penghargaan Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2025 ini pemerintah daerah mencapai 100% keaktifan kepesertaan jaminan kesehatan nasional yang pertama di provinsi Sulawesi Tenggara bahwa nasional.<\/p>\n<p>Berikutnya, peringkat I kategori desa berkembang pada Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada tahun 2024. Predikat tinggi atas kepatuhan penyelenggara pelayanan publik. Juara umum MTQ ke-30 tingkat provinsi Sulawesi Tenggara.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-5244\" src=\"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250102-WA0021-400x250.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"250\" \/><\/p>\n<p>Atas pencapaian pembangunan dan penghargaan yang telah diraih tersebut pula, Ruksamin mewakili pemerintah daerah menyampaikan ucapan terima kasih dan salam hormat kepada seluruh komponen dan lapisan masyarakat Kabupaten Konawe Utara yang telah bersama-sama membangun daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Karena saya yakin dan percaya tanpa masyarakat, tanpa stakeholder semua, DPRD, Forkopimda maka seorang Ruksamin dan Abuhaera tidak akan mampu mendapatkan seperti apa yang didapatkan hingga hari ini,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Pemerintah RI, Prabowo-Gibran telah mencanangkan program Asta Cita yang mencakup 8 misi besar yang dirancang untuk mewujudkan Indonesia emas 2045. Salah satu programnya adalah makan gizi gratis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.<\/p>\n<p>Kabupaten Konawe Utara menyambut dan mendukung penuh program Asta Cita tersebut sebagai langkah strategis bersama KONASARA menuju Indonesia Emas 2045. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah Kabupaten Konawe Utara akan berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan implementasi program ini berjalan optimal di daerah.<\/p>\n<p>Langkah ini juga akan diintegrasikan dengan langkah program pengembangan kebun pekarangan (P2KP) yang sudah dilaksanakan dalam 3 tahun terakhir yang mencakup kegiatan pemberian bibit dan pupuk gratis, bantuan alat-alat pertanian, pembelian hasil panen, pemberdayaan petani lokal untuk memasok bank-bank berkualitas dan kampanye edukasi gizi seimbang bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Sebagai daerah penghasil sumber daya alam, pemerintah daerah juga siap mendukung program Asta Cita yang kelima hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah.<\/p>\n<p>Untuk itu, pemerintah Kabupaten Konawe Utara berupaya mewujudkan daerah ini sebagai masa depan investasi di Sulawesi Tenggara, sehingga kita mampu menurunkan angka kemiskinan dan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya.<\/p>\n<p>Semangat kolaborasi antara pemerintah dan semua elemen masyarakat harus terus diperkuat untuk terus bergerak maju, berinovasi, bertransformasi dan bekerja keras bersama-sama untuk mewujudkan daerah Konawe Utara yang semakin maju, lebih sejahtera dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p>Tahun 2025 ini, merupakan tahun terakhir masa jabatan Ruksamin. Tugas kepala daerah terpilih periode 2025-2030 adalah merawat kebaikan dan memastikan keberlanjutan estafet pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Kabupaten Konawe Utara.<\/p>\n<p>&#8220;Saya dan pak Abuhaera telah sekuat tenaga bersama seluruh stakeholder, DPRD, Forkompinda dan seluruh lapisan masyarakat Konawe Utara berupaya memaksimalkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat namun jikalau ada masyarakat yang belum dapat kami layani dengan sebaik-baiknya, maka saya menyampaikan permohonan maaf. Maafkan saya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Upacara peringatan HUT Konawe Utara hari ini adalah upacara saya yang terakhir sebagai bupati Kabupaten Konawe Utara. Insya Allah, saya tidak akan tinggalkan Kabupaten Konawe Utara. Saya akan terus bersama rakyat Kabupaten Konawe Utara untuk mendampingi pemerintahan guna memastikan keberlanjutan pembangunan didaerah kita ini. Kepada semua pihak yang telah berkontribusi membangun daerah Kabupaten Konawe Utara selama ini, saya ucapkan banyak terimakasih. Dan secara khusus, saya berterima kasih kepada seluruh rakyat Konawe Utara yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk melayani seluruh lapisan masyarakat Konawe Utara tanpa membeda-bedakan suku, agama dan status sosial,&#8221; tandas Ruksamin.<\/p>\n<p>Peringatan HUT Konut ke-18 ini juga sekaligus dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada ASN teladan dan berinovatif lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara. Serta, pemberian penghargaan bagi PNS yang telah memasuki masa pensiun atau purnabakti.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investigasitimes.com, Konut &#8211; Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) melaksanakan upacara peringatan HUT Konut ke-18, pada&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5242,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-5241","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5241","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5241"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5241\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5245,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5241\/revisions\/5245"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5242"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5241"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=5241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}