{"id":3225,"date":"2023-05-30T18:27:37","date_gmt":"2023-05-30T11:27:37","guid":{"rendered":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/?p=3225"},"modified":"2023-05-30T18:27:37","modified_gmt":"2023-05-30T11:27:37","slug":"koltim-raih-wdp-di-era-kepemimpinan-plt-bupati-azis-benarkah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/koltim-raih-wdp-di-era-kepemimpinan-plt-bupati-azis-benarkah\/","title":{"rendered":"Koltim Raih WDP di Era Kepemimpinan Plt Bupati Azis, Benarkah?"},"content":{"rendered":"<p><strong>Investigasitimes.com, Koltim<\/strong> &#8211; Sebagian kalangan masyarakat Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) saat ini sedang dibuat bertanya-tanya, apakah diera kepemimpinan Plt Bupati Abdul Azis SH MH berhasil membawa Wonua Sorume meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau unqualified opiniondari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kelima kalinya?.<\/p>\n<p>Ataukah predikat WTP yang telah diraih dan dipertahankan oleh pemimpin sebelumnya terpaksa harus &#8220;jatuh&#8221; menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atau qualified opinion (dibawah WTP).<\/p>\n<p>Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau unqualified opinion adalah hasil yang menyatakan bahwa laporan keuangan entitas yang diperiksa Auditor BPK telah menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.<\/p>\n<p>Sedangkan Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atau qualified opinion adalah hasil yang menyatakan bahwa laporan keuangan entitas yang diperiksa Auditor BPK menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas entitas tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, kecuali untuk dampak hal-hal yang berhubungan dengan yang dikecualikan.<\/p>\n<p>Opini WDP diberikan sebagai hasil pemeriksaan keuangan dalam hal pemeriksa menemukan ada satu lebih penyelenggaraan keuangan yang tidak atau belum memenuhi standar pengelolaan keuangan yang baik. Opini WDP dapat pula dipahami sebagai kondisi saat penyelenggaraan keuangan memiliki satu kekeliruan, tetapi kekeliruan tersebut tidak menimbulkan dampak yang bersifat material.<\/p>\n<p>Di Bulan Mei 2023 ini, BPK kembali memberikan penghargaan WTP kepada kepala daerah yang dinilai cukup bagus dalam mengelola keuangan daerah di tahun 2022. Diantaranya, Muna Barat (7 kali berturut-turut), Kabupaten Buton (10 kali berturut-turut), Kabupaten Konawe Utara (6 kali berturut-turut), Kabupaten Bombana (10 kali berturut-turut), Kabupaten Kolaka Utara (9 kali berturut-turut), Kabupaten Konawe Kepulauan (4 kali berturut-turut), Kota Kendari (10 kali berturut-turut).<\/p>\n<p>Informasi tentang &#8220;nasib&#8221; Kabupaten Koltim dari kacamata BPK perihal pengelolaan keuangan di tahun 2022 masih sangat minim. Belum ada akses informasi menyangkut hal itu. Termasuk informasi dari laman situs Pemkab Koltim itu sendiri. Sikap ini, sangat berbeda dengan tahun kemarin, dimana ketika Koltim meraih penghargaan dari BPK maka dengan begitu sangat cepatnya tersebar luas di laman Pemkab Koltim.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kominfo Koltim, I Nyoman Abdi yang dihubungi wartawan media ini melalui pesan Whatsapp (WA) tidak memberikan jawaban apa-apa.<\/p>\n<p>Rasa penasaran publik dibuat kian menjadi-jadi. Diduga sebagai upaya dalam mencari tau informasi untuk Koltim perihal pengelolaan keuangan 2022, sebuah akun Facebook bernama Nono Sidupa memposting link berita sebuah media yang berjudul<em> &#8220;Pemkab Muna Barat Raih Opini WTP yang ke-7 dari BPK&#8221;.<\/em><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3227\" src=\"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/IMG-20230530-WA0049-e1685446024723-400x250.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"250\" \/><\/p>\n<p>Berikut ragam komentar di postingan nya.<\/p>\n<p>&#8220;Bagaimana kabarnya koltim om???,&#8221; tanya akun Mursalim Arifin<\/p>\n<p>&#8220;Mursalim Arifin moga2 ttp WTP om,&#8221; jawab akun Nono Sidupa penuh harapan<\/p>\n<p>&#8220;Nono Sidupa dengar2 kabar Wajar Dengan Pengikut\ud83d\ude04,&#8221;kata akun Mursalim Arifin lagi<\/p>\n<p>&#8220;Kalau koltim dapat WTP atau WDP?,&#8221; tanya akun Mmajalengka<\/p>\n<p>&#8220;Koltim bagaimana kabarnya,kucari cari beritanya blm ada gaes,tidak serame mobil branding\ud83d\ude42Colek Eritman Rahmat,&#8221;kata akun Rosi<\/p>\n<p>&#8220;Rosi blm ada pi beritanya mungkim belum diespos. Kalau WDP artinya Koltim mengalami kemunduran dari prestasi yg didapak tahun-tahun sebelumnya. Smg dapak WTP lg amin,&#8221;selip akun Mmajalengka<\/p>\n<p>&#8220;Rosi kalau saya ragu mau WTP lagi&#8230;Indikatornya tahun kalau terlalu banyak program fisik yang tidak terealisasi dan menjadi SILPA.\ud83d\ude01,&#8221;akun Eritman Rahmat buka suara<\/p>\n<p>Berdasarkan laman\/situs Pemkab Koltim tercatat bahwa prestasi WTP yang terakhir didapat Koltim semasa kepemimpinan Pj Bupati Koltim, Sulwan Aboenawas MSi. Pemberian penghargaan dilakukan pada Kamis, 2 Juni 2022, di Aula Kantor BPK Sultra. Dan ini merupakan kali keempat Koltim menoreh WTP.<\/p>\n<p>BPK memberi penghargaan atas keberhasilan Sulwan (Pj Bupati) dalam mengelola keuangan daerah pada tahun anggaran 2021. Sulwan Aboenawas kala itu baru terhitung delapan bulan memimpin Koltim pasca dilantik 11 November 2021. Dengan waktu bekerja yang begitu singkat namun ia mampu menjaga atau mempertahankan prestasi yang pernah diraih oleh pemimpin sebelumnya.<\/p>\n<p>Untuk Plt. Bupati Azis sendiri resmi memimpin Koltim sejak bulan Agustus 2022 lalu. Artinya, sudah kurang lebih 10 bulan menahkodai Kabupaten Koltim. Selisih dua bulan dengan kepemimpinan Pj Bupati Sulwan Aboenawas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investigasitimes.com, Koltim &#8211; Sebagian kalangan masyarakat Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) saat ini sedang dibuat bertanya-tanya,&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3226,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-3225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3225"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3225\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3228,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3225\/revisions\/3228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3225"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=3225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}