{"id":3199,"date":"2023-05-24T12:02:04","date_gmt":"2023-05-24T05:02:04","guid":{"rendered":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/?p=3199"},"modified":"2023-05-24T12:02:04","modified_gmt":"2023-05-24T05:02:04","slug":"usai-bunuh-suami-seorang-istri-di-koltim-minum-racun-hingga-meninggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/usai-bunuh-suami-seorang-istri-di-koltim-minum-racun-hingga-meninggal\/","title":{"rendered":"Usai Bunuh Suami, Seorang Istri di Koltim Minum Racun Hingga Meninggal"},"content":{"rendered":"<p><strong>Investigasitimes.com, Koltim<\/strong> &#8211; Seorang suami, Tandang (58 th) warga Desa Penanggotu Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tewas ditangan istrinya sendiri bernama Isaje (55 th), Selasa (23\/5\/2023) sekitar 12.22 WITA.<\/p>\n<p>Setelah menghabisi suaminya, pelaku kemudian diduga menenggak racun hingga meninggal dunia. Belum diketahui motif dari insiden itu, apalagi menurut informasi dari anak korban bahwa kedua orang tuanya tidak pernah cekcok.<\/p>\n<p>Peristiwa diatas pertama kali diketahui oleh anak kandung korban bernama Lina (31 th). Saat itu ia sedang bersama suaminya, Arbi (menantu korban) di kebun. Tiba-tiba ia mendapat telepon dari ibunya (Isaje). Lina diminta untuk datang melihat bapaknya (korban) di kebun. Penasaran ada apa, Lina pun mengajak suaminya.<\/p>\n<p>&#8220;Sesampainya di kebun orang tuanya, saksi Lina dan suaminya melihat bapaknya sudah tergeletak di tanah dibawah rumah-rumah kebun dengan posisi terlentang dan bersimbah darah. Kala itu, saksi tidak melihat ibunya. Sementara saksi Arbi melihat mertua perempuannya sedang terbaring lemas dibawah rumah kebunnya yang lain,&#8221; kata Kapolres Koltim, AKBP Yudhi Palmi DJ, SIK.<\/p>\n<p>Setelah menyaksikan kondisi kedua orang tuanya, Lina maupun Arbi lantas menghubungi keluarganya dan masyarakat dikampung agar datang di Tempat Kejadian Perkara (TKP),sekaligus membantu membawa keduanya menuju rumah. Dengan menggunakan sarung, warga pun kemudian memikul tubuh keduanya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3201\" src=\"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/IMG-20230524-WA0028-e1684904510541-400x250.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"250\" \/><\/p>\n<p>Korban dibawa ke rumahnya, sedangkan pelaku dilarikan ke Puskesmas Lambandia untuk mendapatkan pertolongan. Namun sayangnya, nyawanya tidak dapat tertolong. Sekitar pukul 24.00 WITA ia meninggal dunia.<\/p>\n<p>Pihak kepolisian dalam hal ini Sektor Lambandia yang mendapat informasi mengenai peristiwa ini lantas bergegas menuju lokasi kejadian sekitar pukul 16.30 WITA guna melakukan olah TKP serta memasang garis police line. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa dua buah parang, satu buah pisau, satu lembar baju dan celana korban, dan karpet plastik 1 lembar.<\/p>\n<p>Kapolsek Lambandia juga melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Lambandia serta Kades Penanggootu beserta tokoh masyarakat setempat. Selain itu, pihak kepolisian memberikan himbauan atau edukasi terkait kejadian tersebut kepada pihak keluarga korban serta masyarakat yang datang ke rumah duka.<\/p>\n<p>Dari hasil visum luar yang dilakukan oleh dokter umum Puskesmas Lambandia, dr Agus Junaedi menyatakan, korban Tandang meninggal dunia akibat luka robek di sekujur tubuh misalnya luka robek pada perut sebelah kanan, luka robek di leher\/tenggorokan, luka robek pada dada serta luka robek pada lutut sebelah kiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investigasitimes.com, Koltim &#8211; Seorang suami, Tandang (58 th) warga Desa Penanggotu Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3200,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-3199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3199"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3202,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3199\/revisions\/3202"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3199"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=3199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}