{"id":3158,"date":"2023-05-19T04:07:19","date_gmt":"2023-05-18T21:07:19","guid":{"rendered":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/?p=3158"},"modified":"2023-05-19T04:07:19","modified_gmt":"2023-05-18T21:07:19","slug":"ramai-ramai-hasil-asesmen-dipertanyakan-rosi-sebut-semua-berharap-dalam-ketidakpastian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/ramai-ramai-hasil-asesmen-dipertanyakan-rosi-sebut-semua-berharap-dalam-ketidakpastian\/","title":{"rendered":"Ramai-ramai Hasil Asesmen Dipertanyakan, Rosi Sebut Semua Berharap dalam Ketidakpastian"},"content":{"rendered":"<p><strong>Investigasitimes.com, Koltim<\/strong> &#8211; Hasil pelaksanaan seleksi terbuka (asesmen) Pimpinan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tahun 2022 tak kunjung kelihatan. Padahal, rekomendasi untuk tiga nama sebagai hasil seleksi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah ada sejak (10 Oktober 2022) lalu.<\/p>\n<p>Selain itu, belum jelasnya nasib asesmen yang telah menelan anggaran sampai ratusan juta ini membuat banyak pihak terutama warga net dibuat bertanya-tanya akan kejelasan daripada asesmen tersebut.<\/p>\n<p>Paulus Bansin dalam cuitannya di Facebook mengutarakan, delapan bulan berlalu, hasil asesmen belum kunjung ditindaklanjuti. Sementara susulan jabatan eselon II yang lowong semakin bertambah. Mutasi jabatan eselon III dan IV juga stagnan. Demikian pula dengan staf yang sudah memenuhi syarat mengisi jabatan eselon IV juga ikut terkena imbasnya. Sampai kapan situasi dan kondisi (sikon) tersebut berlangsung (masih menggantung)?<\/p>\n<p>Mantan Kepala BKD Kolaka ini menambahkan, tidak bisa maksimal sebuah organisasi dalam menggapai tujuan apabila banyak jabatan yang kosong. Sebagai seorang pemimpin yang baik dilingkup swasta maupun pemerintahan pasti akan sangat mengutamakan menyusun organisasinya dengan mengisi jabatan-jabatan yang ada dalam struktur berdasarkan kualifikasi yang dibutuhkan dalam jabatan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Sebab merekalah yang bertanggungjawab langsung untuk melaksanakan program organisasi yang akan dicapai. Harap diingat Koltim ini banyak jabatan kosong di tatanan eselon II, III dan IV. Jika dibiarkan terus dengan sikon seperti sekarang ini maka apa yang bisa diharapkan dalam rangka memacu Koltim bisa lebih cepat maju,mandiri dan sejahtera,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Belum lagi tingkat disiplin ASN yang rendah,SDM ASN yang kurang mendukung. Bersatu menjadi pelengkap penderita. Hal-hal inilah kita anak-anak Koltim perlu menyadari untuk berjuang bersatu mulai sekarang hingga tiba saat yang dinantikan 2024,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Tak hanya Paulus Bansin, Eritman Rahmat juga mempertanyakan nasib hasil assesmen sampai sejauh mana perkembangannya.<\/p>\n<p>&#8220;Apa Kabar Hasil Asesmen pejabat administrasi yang sudah Menghabiskan anggaran daerah 700 juta. Aneh kadis Capil juga prodak Asesmen sudah di Lantik, pejabat lain kok nda di Lantik Lantik. Berarti pake standar ganda.. Katanya sih sengaja menunggu MENANGpi baru di isi kolega dari provinsi&#8230;\ud83e\udd23\ud83e\udd23,&#8221; tulis Eritman Rahmat dalam unggahannya di Facebook.<\/p>\n<p>&#8220;Parah juga ini.. serap anggaran sampai 700jt\ud83d\ude06,&#8221; sahut Dandi Gunawan menanggapi postingan Eritman Rahmat.<\/p>\n<p>&#8220;Kl di hitung2 dana 700 JT brp bh deker atau drainase yg BS dibuat. .miris jg ini koltim sdrku. .BS dibayangkan andai paket pekerjaan sdh ada pemenang tender Bru tdk ditindak lanjuti gmn. .apa masalahnya dn apa susahnya mengisi jbtn yg kosong sdh dilakukkn prosedurnya rekomendasi sdh ada bingung jg . .dmn nyangkutnya ? Makin hari bertambah jbtn asln 2 b yg kosong. Makin bertamba jg PLT2 . .sampai2 PLT2 yg sdh kadaluwarsa kok masih menjbt lucu bin ajaib. Asln 3 b sja sdh mnjbt plt kadis\/kaban ini kan bertentangan dngn regulasi seharusnya 1 tingkat diatas atau dibawah yaitu asln 2 a atau asln 3 a. .yg menjadi plt,&#8221; kata akun Paulus Bansin.<\/p>\n<p>&#8220;Elang Selatan tuk anakda ketahui batas waktu plt paling lama 6 bln,&#8221; jelas Paulus Bansin lagi.<\/p>\n<p>&#8220;Eritman Rahmat apakah ktk dlm 1 unit organisasi bnyk jbtn yg lowong apakah roda organisasi bsa berjln dngn normal aplg PLT2 kn rangkap jbtn. Andai sja aturannya hanya boleh mnjbt plt kadis\/kaban dr asln yg sm mka dikoltim akn terjdi 1 kadis merangkap 2 jbtn plt hahaha kbnyk jbtn yg kosong ketimbang asln 2 yg definitif,&#8221;sambung Paulus Bansin lagi.<\/p>\n<p>&#8220;PLT tidak bisa ambil kebijakan strategis..1 dinas saja banyak problem ..apalagi rangkap 2,&#8221;jawab Eritman Rahmat.<\/p>\n<p>&#8220;Pembatasan jngka waktu plt pasti pemerintah sdh memperhitungkan permasalahan2 yg bsa sja terjdi. . Al plt tdkkn trllu fokus dlm pencapaian kinerja organisasi akibat rangkap jbtn serta ada istilah AJI MUMPUNG. . intinya jbtn yg kosong harus diupayakan secepatnya ada pjbt definitif nya,&#8221; tandas Paulus Bansin.<\/p>\n<p>&#8220;Ngooori kalau itu terjadi 700jt\ud83d\ude32\ud83d\ude32\ud83d\ude32 cobapi itu anggaran sebesar itu di gunaka sja untuk infrastruktur deela (membangun koltim) diii\ud83d\ude44\ud83d\ude44\ud83d\ude44,&#8221; akun Ithoi kai bersuara.<\/p>\n<p>&#8220;2024 pulangkan dia di kampungx,&#8221;selip akun thutun bocor<\/p>\n<p>&#8220;Ededehh menangpi dihhh trus klw kalah jaminan nya apa,,,,&#8221; akun Nuzul Orawa sumbang komentar.<\/p>\n<p>&#8220;Tagantung yg lain,&#8221; akun Darmin T juga bersuara.<\/p>\n<p>&#8220;Saya masuk mi pale di koltim sebelum menang, spy tidak di bilang pemain transfer,&#8221; sebut akun Jura Saifuddin.<\/p>\n<p>Sementara itu, ada netizen berpendapat bahwa di jaman Plt Bupati Koltim saat ini penataan birokrasi terburuk. Dimana, peserta yang pernah mengikuti seleksi terbuka atau asesmen sudah ada yang pensiun, meninggal dunia dan ada yang tak lama lagi memasuki masa pensiun.<\/p>\n<p>&#8220;Miris,plt banyak,rangkap jabatam banyak,kerja opd tidak maksimal,silpa meroket terbanyak sejak 10 thn koltim mekar,,,kira2 di jamang Plt bupati inimi penataan birokrasi koltm terburuk,yg ikut asesmen adami yg pensium,ada yg meninggal,ada sbntar lg pensiun semua berharap dalam ketida pastiam.\ud83d\ude43,&#8221; ungkap akun Rosi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3160\" src=\"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/IMG-20230518-WA0121-e1684444028510-400x250.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"250\" \/><\/p>\n<p>Untuk diketahui, asessmen terhadap 12 JPTP lingkup Pemkab Koltim dilaksanakan pada Agustus 2022 lalu, di Hotel Horison Kota Kendari. Sebanyak 65 peserta PNS dari bumi sorume itu ikut dalam seleksi tersebut. Dari 12 JPTP yang dilelang baru satu jabatan saja yang dilantik yaitu Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).<\/p>\n<p>Berikut 11 JPTP yang masih belum jelas sampai sekarang:<\/p>\n<p>1.Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi &amp; UKM,<\/p>\n<p>2.Inspektur,<\/p>\n<p>3.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,<\/p>\n<p>4.Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang &amp; Perhubungan,<\/p>\n<p>5.Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan,<\/p>\n<p>6.Kepala Dinas Penanaman Modal &amp; Pelayanan Terpadu Satu Pintu,<\/p>\n<p>7.Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga,<\/p>\n<p>8.Kepala Badan Pendapatan Daerah,<\/p>\n<p>9.Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik,<\/p>\n<p>10.Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah<\/p>\n<p>11.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.<\/p>\n<p>Nasib PNS yang ikut dalam asesmen Koltim itu tak seindah dan tak semulus dengan asesmen yang dilakukan oleh Pemkab Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Konawe Utara (Konut).<\/p>\n<p>Meskipun tertinggal beberapa hari dibanding Kabupaten Koltim yang lebih awal melaksanakan asesmen, namun kedua kabupaten itu justru lebih dulu melakukan pelantikan. Lantas, mengapa nasib asesmen Koltim sampai sekarang masih terkatung-katung, ada apa?.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investigasitimes.com, Koltim &#8211; Hasil pelaksanaan seleksi terbuka (asesmen) Pimpinan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tahun&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3159,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-3158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3158"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3161,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3158\/revisions\/3161"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3158"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=3158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}