{"id":3090,"date":"2023-05-08T14:00:58","date_gmt":"2023-05-08T07:00:58","guid":{"rendered":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/?p=3090"},"modified":"2023-05-08T14:00:58","modified_gmt":"2023-05-08T07:00:58","slug":"sekdes-talok-angkat-bicara-gejolak-penebangan-pohon-sendang-bakalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/sekdes-talok-angkat-bicara-gejolak-penebangan-pohon-sendang-bakalan\/","title":{"rendered":"Sekdes Talok Angkat Bicara Gejolak Penebangan Pohon Sendang Bakalan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Investigasitimes.com, Bojonegoro<\/strong> &#8211; Polemik penebangan pohon imbo dan pohon jaranan di Desa Talok Dusun Sidodadi masih berkecamuk, pasalnya di masyarakat masih menjadi prokontra, hal itu karena tidak ada yang tahu awal mula adanya dua pohon tersebut. Jarak pohon Imbo dan pohon jaranan sekitar 8 meter dari sendang tersebut.<\/p>\n<p>Saat awak media konfirmasi kejuru kunci sendang Bakalan, Kusnardi via WhatsAppnya mengatakan, soal penebangan pohon di sendang itu saya tidak tahu toh mas.<\/p>\n<p>&#8220;Disitu saya di undang ada tumpengan disekitar sendang sebab ada pembangunan jalan, saya senang mas, setelah dari tumpengan itu saya pulang terus saya dapat kabar pohon di tebang saya kaget mas,&#8221; jawabnya.<\/p>\n<p>Kusnardi juga menambahkan, untuk pohon yang ditebang itu,termasuk wilayah sendang saya juga tidak tahu.<\/p>\n<p>&#8220;Sebab masalahnya saya juga tidak tahu riwayat pohon-pohon itu,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-thumbnail wp-image-3092\" src=\"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/PhotoCollage_1683528335233-e1683529247605-250x250.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"250\" srcset=\"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/PhotoCollage_1683528335233-e1683529247605-250x250.jpg 250w, https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/PhotoCollage_1683528335233-e1683529247605.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/p>\n<p>Disaat awak media, senin (08\/05\/23) mengecek lokasi sendang, jarak antara sendang dan pohon tidak jauh berkisar 8 meter, dilokasi tersebut media bertemu dengan salah satu warga mbah Darsimin (75) warga dusun Sukodadi Rt 11 Rw 08 desa Talok, saat di wawancarai perihal pohon ditebang mengatakan, penebangan pohon itu tidak ada rembuknya sama sekali mas, rumah saya dan sendang tidak jauh lokasinya, lawong sendangnya berdekatan dengan rumah saya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya juga sering membantu anak saya membersihkan lokasi di sekitar sendang, seperti membersihkan rumput yang ada di sekitar, menyapu lokasi di sekitar sendang, karena anak saya juru kunci di sendang ini mas,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Mbah Darsimin juga menambahkan, kemarin hari minggu warga sekitar sendang pada kumpul semua di lokasi sendang mas, warga sekitar protes gara-gara pohon tersebut di tebang tanpa ada musyawarah ke masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>Awak media saat mengkonfirmasi sekdes Talok, Mochamad Alfin Budhi Prasetyo, SH di warung makan dekat fotocopy kecamatan kalitidu bersama perangkat lainya dan timlak pelaksananya mengatakan, itu keputusan bukan keputusan pribadi saya mas, jadi itu sudah melalui musyawarah bersama itu juga ada tokoh masyarakat, BPD, babinsa, pemdes, timlak pelaksana kegiatan, juru kunci sendang,Tokoh agama dan warga sekitar.<\/p>\n<p>&#8220;Kenapa pohon itu dipotong?, karena pohon itu ada di lokasi kegiatan yang akan dikerjakan desa, pohon itu ada di ruas jalan, pohon itu bukan pohon yang dikeramatkan warga mas, jadi pohon itu yang di dalam sendang,dan pohon itu ada di perbatasan antara bengkok sekdes dan sendang,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investigasitimes.com, Bojonegoro &#8211; Polemik penebangan pohon imbo dan pohon jaranan di Desa Talok Dusun Sidodadi&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3091,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-3090","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3090"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3090\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3093,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3090\/revisions\/3093"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3091"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3090"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=3090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}