{"id":2776,"date":"2023-02-23T19:23:18","date_gmt":"2023-02-23T12:23:18","guid":{"rendered":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/?p=2776"},"modified":"2023-02-23T19:23:18","modified_gmt":"2023-02-23T12:23:18","slug":"musrenbang-koltim-2024-melangkah-maju-menuju-pembangunan-berkelanjutan-dan-optimalisasi-gemas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/musrenbang-koltim-2024-melangkah-maju-menuju-pembangunan-berkelanjutan-dan-optimalisasi-gemas\/","title":{"rendered":"Musrenbang Koltim 2024, Melangkah Maju Menuju Pembangunan Berkelanjutan dan Optimalisasi Gemas"},"content":{"rendered":"<p><strong>Investigasitimes.com, Koltim<\/strong> &#8211; Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) melakukan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024 di Kecamatan Tirawuta. Ini merupakan titik terakhir pelaksanaan musrembang untuk 12 Kecamatan yang ada.<\/p>\n<p>Musrenbang tahun 2024 ini mengusung tema<em> &#8220;pembangunan berkelanjutan serta optimalisasi gerakan membangun dan melayani masyarakat (Gemas)&#8221;.<\/em><\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Plt. Bupati Koltim, Abdul Azis SH MH mengatakan, musrenbang tingkat kecamatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional mengamanatkan adanya keterpaduan antara aspek politis, teknografis dan aspiratif.<\/p>\n<p>Tahapan musrenbang merupakan rangkaian proses penyusunan rencana kerja pemerintah, sekaligus wadah proses pembangunan aspiratif. Sebagai sebuah proses tahunan, musrembang diharapkan menjaring aspirasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Olehnya itu, kami harapkan kepada semua pelaku pembangunan yang ada di Kabupaten Kolaka Timur untuk memberikan sumbangan pemikiran sehingga dapat mengakomodir aspirasi dan kebutuhan masyarakat sehingga dapat dipadukan dengan kebijakan prioritas program pemerintah melalui organisasi perangkat daerah (OPD). Disamping itu, tatkala penting yaitu adanya sinkronisasi dan sinergitas dengan program pembangunan dalam menjawab permasalahan di Kabupaten Kolaka Timur,&#8221; kata Azis<\/p>\n<p>Disampaikan bahwa masih banyak permasalahan yang muncul baik langsung maupun tidak langsung. Tentu hal itu menuntut sistem pengelolaan pemerintah dan pembangunan yang responsif dalam upaya memaksimalkan berbagai macam potensi dan keunggulan daerah.<\/p>\n<p>Sehingga Pemda Koltim mencanangkan program Gerakan Membangun dan Melayani Masyarakat (Gemas). Program ini digagas untuk mempercepat akselerasi pencapaian visi-misi RPJMD tahun 2021-2026 yakni Sejahtera Bersama Masyarakat yang Agamis, Maju, Mandiri dan Berkeadilan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-thumbnail wp-image-2779\" src=\"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/IMG-20230223-WA0027-334x250.jpg\" alt=\"\" width=\"334\" height=\"250\" \/><\/p>\n<p>Melalui program Gemas ini pula diharapkan mampu menjawab permasalahan dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dan masyarakat secara tepat dan benar-benar sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.<\/p>\n<p>Adapun prioritas pembangunan yang ditetapkan meliputi:<\/p>\n<p>1. Pembangunan manusia melalui peningkatan akses pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan<\/p>\n<p>2.Percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan pelestarian lingkungan hidup<\/p>\n<p>3.Peningkatan nilai tambah ekonomi melalui sektor pertanian, pariwisata dan UMKM<\/p>\n<p>4.Tata kelola pemerintahan yang baik<\/p>\n<p>Plt Bupati Azis mengungkapkan, berbagai program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah serta kerja keras seluruh pemangku kepentingan baik itu lurah, desa dan forkopimda.<\/p>\n<p>Dengan capaian indikator pembangunan pemerintah daerah sebagai berikut:<\/p>\n<p>1.Perekonomian berhasil tumbuh sebesar 4,83\u2105, yang mana dimasa pandemi covid-19 mengalami masa perlambatan sebesar 0,31\u2105<\/p>\n<p>2.Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus mengalami peningkatan dari 67,02\u2105 naik menjadi 67,76\u2105. Nilai IPM tersebut ditunjang oleh beberapa faktor misalnya angka harapan hidup sebesar 72,82 tahun, harapan lama sekolah 12,69 tahun. Rata-rata lama sekolah 7,84 tahun. Pengeluaran per kapita 7,753 rupiah per tahun.<\/p>\n<p>Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan dengan persentase miskin sebesar 14,35\u2105.saat ini pula kita diperhadapkan dengan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di seluruh wilayah.<\/p>\n<p>Tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,44\u2105.Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga yang berlaku naik dari 37,23\u2105 menjadi 39,96\u2105.<br \/>\nNilai rasio berada pada angka 03, 20\u2105 yang berarti kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin tidak terlalu mencolok.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-thumbnail wp-image-2780\" src=\"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/IMG-20230223-WA0026-334x250.jpg\" alt=\"\" width=\"334\" height=\"250\" \/><\/p>\n<p>&#8220;Kita patut bersyukur atas pencapaian yang kita peroleh dan saya mengajak kepada kita semua untuk mari terus berkarya demi mencapai target pembangunan tahun 2024. Saya pikir dengan kolaborasi dan bersinergi dari kita semua baik itu perangkat desa, kelurahan, camat dan seluruh pemangku kepentingan termasuk forkopimda, Insya Allah target kita di tahun 2024 ini bisa kita wujudkan,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Pemerintah Kabupaten Koltim menargetkan IPM pada tahun 2024 mendatang pada target tahun yakni mencapai 67,21\u2105, angka usia harapan hidup lebih dari angka 72,80 tahun. Presentase pembangunan infrastruktur ditargetkan pada tahun 2024 mencapai 60%. Indeks reformasi birokrasi nilai B. Presentase penduduk miskin menurun hingga 13,10%. Dan laju pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 5,63%<\/p>\n<p>Dengan adanya instruksi presiden terkait infrastruktur jalan maka dalam penanganannya baik itu jalan kabupaten maupun provinsi dibiayai melalui impres.<\/p>\n<p>&#8220;Insya Allah mudah-mudahan akan turun penanganan infrastruktur maksimal di kabupaten melalui usulan kita selama ini. Dan Insya Allah juga dengan penyempurnaan atau update data di tahun 2023 ini, mudah-mudahan sesuai dengan saran dan masukan waktu kami berkunjung ke dirjen keuangan kemendagri. Saya harapkan camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan mapping di masing-masing wilayahnya. Karena itu sangat berpengaruh terhadap DAU kita. Kalau pencocokan data ini sinkron, Insya Allah DAU kita akan naik. Termasuk dengan pencocokan batas wilayah sehingga tidak menimbulkan sengketa,&#8221; ujar Plt.Bupati Azis<\/p>\n<p>Terkait pendataan, ternyata ada ketidaksesuaian antara data BPS dengan fakta yang terdapat di lapangan. Misalnya, hasil produksi pertanian versi BPS kurang lebih 80 ribu ton per tahun, sementara fakta lapangan menunjukkan kurang lebih hampir 150 ribu ton per tahun.<\/p>\n<p>&#8220;Nah ini yang harus dicocokkan karena ada beberapa peralihan lahan yang tadinya berkebun coklat dan sekarang sudah beralih ke persawahan. Termasuk adanya lahan persawahan yang masuk kawasan. Ini juga yang harus kota cocokan juga. Karena dengan luasan kabupaten Koltim, hanya 20\u2105 saja masuk APL. Sisanya, masuk HPT dan kawasan hutan lindung, serta konservasi. Mudah-mudahan di tahun 2023 dengan kolaborasi BPN dapat membantu kita menurunkan status pertanahan di daerah kita. Yang tadinya hanya 20\u2105 bisa naik menjadi 40% sehingga masyarakat mempunyai hak legalitas atas tanah miliknya,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Diakhir sambutannya, Plt Bupati Azis mengajak kepada seluruh masyarakat Koltim untuk bersatu. Karena dukungan masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada, maka rencana pembangunan pada tahun 2024 akan terwujud. Menghilangkan segala perbedaan-perbedaan. Yang ada adalah kesamaan untuk membangun Koltim.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investigasitimes.com, Koltim &#8211; Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) melakukan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2777,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-2776","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-adv"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2776","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2776"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2776\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2781,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2776\/revisions\/2781"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2776"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2776"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2776"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2776"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}