{"id":2564,"date":"2022-12-30T14:35:24","date_gmt":"2022-12-30T07:35:24","guid":{"rendered":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/?p=2564"},"modified":"2022-12-30T14:35:24","modified_gmt":"2022-12-30T07:35:24","slug":"firman-pemilih-berkelahiran-2014-beltiar-dia-taukah-itu-kantor-dukcapil-koltim-tidak-kesasar-ji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/firman-pemilih-berkelahiran-2014-beltiar-dia-taukah-itu-kantor-dukcapil-koltim-tidak-kesasar-ji\/","title":{"rendered":"Firman Pemilih Berkelahiran 2014, Beltiar: Dia taukah itu Kantor Dukcapil Koltim, tidak Kesasar ji?"},"content":{"rendered":"<p><strong>Investigasitimes.com, Koltim<\/strong> &#8211; Firman adalah salah satu pemilih yang ikut menyalurkan hak pilihnya pada pemilihan kepala desa (pilkades) Pembeyoha, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), (19 Desember 2022).<\/p>\n<p>&#8220;Kalau dilihat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Pembeyoha, Firman dinyatakan lahir di Kelurahan Atula, tanggal 14 Desember 2014 lalu. Artinya, pada tahun 2022 ini, Firman baru berusia 8 tahun,&#8221; kata Ketua LSM Barak Koltim, Beltiar, Jumat (30\/12).<\/p>\n<p>Lebih lanjut dikatakan, sesuai hasil penelusuran yang dilakukan terungkap bahwa pemilih atas nama Firman ini pindah domisili dari warga Kelurahan Atula ke Desa Pembeyoha tanggal 16 Maret 2022.<\/p>\n<p>Perpindahannya itu sekaligus bersamaan dengan &#8220;kloter&#8221; ke-19 warga Kelurahan Atula lainnya yang belakangan akhirnya tercantum dalam DPT pilkades Pembeyoha.<\/p>\n<p>&#8220;Dia (Firman) ikut dalam &#8220;kloter&#8221; rombongan ke-19 warga Kelurahan Atula lainnya. Yang membingungkan, waktu mengurus perpindahannya (perpindahan Firman) siapa yang uruskan atau dia pergi mendaftarkan diri sendiri?Kalau mengurus sendiri,dia tau ji itu kantor dinas Dukcapil (Kependudukan dan Pencatatan Sipil). Tidak sempat ji kesasar,kenapa dia nekat bikin KTP dan memisahkan diri dari KK kedua orang tuanya?,&#8221; ujar Beltiar bertanya-tanya.<\/p>\n<p>Munculnya fakta bahwa ada pemilih yang dinyatakan pindah domisili tapi masih menerima BLT,adanya gelombang perpindahan warga ke Pembeyoha pada bulan yang sama, sampai adanya Firman, si bocah 8 tahun masuk DPT, maka semakin menguatkan dugaan LSM Barak jika pilkades Pembeyoha diwarnai dengan aksi mobilisasi pemilih &#8220;siluman&#8221; (luar), yang memang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif oleh oknum tidak bertanggungjawab guna mendapatkan suara terbanyak.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2566\" src=\"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/IMG-20221230-WA0005-e1672385715534-400x250.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"250\" \/><\/p>\n<p>Jumlah wajib pilih (DPT) pada pilkades Pembeyoha mengalami banyak penambahan bila dibandingkan dengan data wajib pilih hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) Koltim tahun 2020 lalu.<\/p>\n<p>Yang mana, jumlah wajib pilih (sesuai data KPU Koltim) mencapai 108 orang,namun setelah pilkades serentak jumlah wajib pilih yang ada di Pembeyoha meningkat menjadi 166 orang. Terjadi penambahan pemilih sebanyak 58 orang.<\/p>\n<p>Peningkatan ini terjadi akibat adanya perpindahan warga dari desa\/kelurahan tetangga sebelum pilkades desa Pembeyoha dilaksanakan.<\/p>\n<p>Terkait dengan dugaan kecurangan pilkades Pembeyoha, Direktur LBH Marennu, Irwansyah SH.L.MM menyampaikan, kliennya sudah menjalani pemeriksaan serta telah menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di hadapan penyidik Polsek Ladongi.<\/p>\n<p>Tak sampai disitu, mantan anggota DPRD Koltim ini juga mengungkapkan bahwa Ia dan kliennya sudah bertandang ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Koltim.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi DPMD akan memanggil PPKD Pembeyoha dan 58 orang pemilih tanggal 3 Januari 2023 nanti guna klarifikasi dan pembuktian,&#8221; ungkap Irwansyah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investigasitimes.com, Koltim &#8211; Firman adalah salah satu pemilih yang ikut menyalurkan hak pilihnya pada pemilihan&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2565,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-2564","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2564","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2564"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2564\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2567,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2564\/revisions\/2567"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2565"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2564"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2564"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2564"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2564"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}