{"id":1436,"date":"2021-11-06T10:19:30","date_gmt":"2021-11-06T03:19:30","guid":{"rendered":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/?p=1436"},"modified":"2021-11-06T10:29:36","modified_gmt":"2021-11-06T03:29:36","slug":"bupati-kediri-pertegas-akan-melindungi-ekonomi-kerakyatan-%e2%80%bc%ef%b8%8f","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/bupati-kediri-pertegas-akan-melindungi-ekonomi-kerakyatan-%e2%80%bc%ef%b8%8f\/","title":{"rendered":"Bupati Kediri Pertegas Akan Melindungi Ekonomi Kerakyatan \u203c\ufe0f"},"content":{"rendered":"<p><strong>Investigasitimes.com, Kediri<\/strong> &#8211; Makin maraknya keberadaan minimarket modern sampai dikampung-kampung diseluruh wilayah Kediri membuat Bupati Kediri, H. Hanindhito Himawan Pramana, S.H <em>&#8220;gerah&#8221;<\/em> dan berjanji akan tindak tegas pada minimarket modern yang menyalai dan melanggar aturan.<\/p>\n<p>Hal tersebut diucapkan Mas Bup, panggilan akrap Bupati Kediri usai kegiatan Jum&#8217;at Ngopi di Pendopo Panjalu Jayati, Jum&#8217;at (5\/11\/2021) siang. Menyikapi makin marak berdirinya minimarket modern sampai diperkampungan tersebut Mas Bup akan segera memanggil semua dinas terkait.<\/p>\n<p>&#8220;Kemarin saya sudah memanggil kepala Dinas Penanaman Modal Dan Perijinan Terpadu Satu Pintu) DPMPTSP, ini sudah ada yang Ngakali bahasanya, kalau untuk IMB nya memang sah tapi didalamnya &#8230;Hah&#8230;!!! begitulah &#8230;.saya merasa diakali begitulah&#8230;.Saya sudah pelajari &#8230;kita akan tetep cabut ijinnya dan tetep aja kita tindak tegas. Jadi artinya sesuai dengan yang pertama, Perbupnya akan kita buka dulu, kita harus ada Perbupnya &#8230;Perdanya akan segera kita revisi kemungkinan besar. Dua langkah itu yang paling krusial,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Lanjut Bupati Milenial yang juga putra Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) Pramono Anung mengatakan, ya ini kita sedang menginventarisir mana saja yang mengakali kita, kan kita sudah tahu dengan jelas nanti kita panggil satu persatu.. sudah ada tim yang kita bentuk.<\/p>\n<p>Saat ditanya terkait adanya Minimarket modern yang diduga milik para pejabat yang masih aktip dan mantan pejabat dilingkungan Pemkab Kediri, Mas Bup menerangkan, &#8220;semuanya sama..nanti yang menyalahi aturan dan mengakali pasti akan kita tindak tegas, kasihan itu para pemilik toko kelontong kecil-kecil yang langsung terkena dampaknya serta pasar tradisional, jadi kami berkomitmen teguh untuk melindungi ekonomi kerakyatan sehingga perekonomian masyarakat akan bisa tetap berjalan dengan lancar dan normal, jangan kuatir dengan komitmen saya, &#8220;bebernya.<\/p>\n<p>Dijelaskan, bahwa diduga untuk mengelabuhi ketatnya Perijinan dari DPMPTSP Kabupaten Kediri, maka para pengusaha tetep nekat membuka minimarket modern dengan hanya mengantongi Izin mendirikan bangunan (IMB) sedang izin tokonya (minimarket modern nya) lewat online single submission (OSS).<\/p>\n<p>Dari pengamatan dilapangan, mulai dari wilayah Utara kediri yakni di Kecamatan Purwoasri sudah berdiri minimarket modern yang mana interior sama eksteriornya sama persis minimarket modern berjaringan. Begitu juga dengan dilokasi lainnya yang berada disepanjang jalan raya arah kecamatan Wates Kediri.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1438\" aria-describedby=\"caption-attachment-1438\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1438\" src=\"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/bup2-400x250.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"250\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1438\" class=\"wp-caption-text\">Anang Zunaedi, DPP Akrindo (asosiasi koperasi ritel Indonesia)<br \/>Pengrs Forda (forum ritel daerah)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Yang lagi menjadi trending topik, sorotan dan gunjingan masyarakat Kediri yakni berdirinya minimarket modern di wilayah Kecamatan Gampengrejo yakni di desa Putih Utara Ponpes Jampes dan di Desa Sambiresik. kedua gerai tersebut disinyalir milik salah satu pejabat penting di Pemkab Kediri yang notabennya mempunyai jabatan strategis.<\/p>\n<p>Sementara itu drh. Tutik Purwaningsih, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan yang juga menjabat Plt, Kepada Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri saat dimintai konfirmasi terkait hal tersebut melalui WhatsApp di no 081.234.3XXX mengatakan, bahwa prioritas tetap pada masyarakat menengah kebawah.<\/p>\n<p>&#8220;Prioritas kita tetap pada perekonomian masyarakat menengah ke bawah yakni para pedagang tradisional\/lokal. Dengan makin maraknya toko modern tentu sangat berpengaruh pada omset pedagang kecil,&#8221; ucapnya, Sabtu (6\/11\/2021) pagi.<\/p>\n<p>&#8220;Regulasi dan kebijakan harus segera dibuat dan segera ditegakkan. Dan pemkab tentunya Mas Bup pasti sedang mengarah ke sana. Jadi kita tetap berkomitmen memprioritaskan perekonomian masyarakat menengah kebawah yakni pedagang tradisional dan lokal,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Sementara itu Anang Zunaedi dari DPP Akrindo (asosiasi koperasi ritel Indonesia) serta Pengurus Forda (forum ritel daerah) Pendamping pemberdayaan Koperasi UMKM Kediri angkat suara, Ritel jaringan nasional di Kabupaten Kediri keberadaanya sudah memarginalkan pasar tradisonal, toko lokal dan para pelaku ritel mikro.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kediri harus hadir dengan mengeluarkan regulator yang pro terhadap ekonomi lokal,&#8221; ucapnya, Sabtu (6\/11\/2021) pagi<\/p>\n<p>&#8220;Ritel jaringan nasional yang ada masih abai terhadap aturan zonasi, quota dalam satu kecamatan, amdal sosek serta belum adanya kemitraan dengan Koperasi, pendamping pemberdayaan Koperasi serta UMKM. Untuk itu kami berharap semoga dengan Bupati Kediri yang masih muda ini bisa segera bertindak cepat, tegas dan tetap mengedepankan perekomian rakyat demi untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup masyarakat Kediri,&#8221; pungkasnya.<strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investigasitimes.com, Kediri &#8211; Makin maraknya keberadaan minimarket modern sampai dikampung-kampung diseluruh wilayah Kediri membuat Bupati&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1437,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-1436","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1436","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1436"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1436\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1440,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1436\/revisions\/1440"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1436"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=1436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}