{"id":1315,"date":"2021-10-16T07:38:15","date_gmt":"2021-10-16T00:38:15","guid":{"rendered":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/?p=1315"},"modified":"2021-10-16T07:38:15","modified_gmt":"2021-10-16T00:38:15","slug":"woow-%e2%80%bc%ef%b8%8f-siapakah-sebenarnya-pemilik-dua-minimarket-dan-ayam-geprek-di-tengah-slg-kediri-%e2%81%89%ef%b8%8f","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/woow-%e2%80%bc%ef%b8%8f-siapakah-sebenarnya-pemilik-dua-minimarket-dan-ayam-geprek-di-tengah-slg-kediri-%e2%81%89%ef%b8%8f\/","title":{"rendered":"Woow&#8230;.\u203c\ufe0f Siapakah Sebenarnya Pemilik Dua Minimarket dan Ayam Geprek di Tengah SLG Kediri..\u2049\ufe0f"},"content":{"rendered":"<p><strong>Investigasitimes.com, Kediri<\/strong> &#8211; Dampak pandemi covid-19 sangat dirasakan oleh semua masyarakat. Banyak usaha berguguran termasuk pedagang kaki lima yang biasa mangkal di simpang Lima gumul (SLG) Kediri. Semua kegiatan yang bisa mengundang kerumunan massa dilarang termasuk para PKL di SLG. Sayangnya pelarangan terhadap kegiatan masyarakat disinyalir tebang pilih, pedagang kaki lima dilarang berjualan di kawasan SLG sedang dua minimarket serta warung ayam geprek dibiarkan tetap buka padahal apa yang dijual tiga tempat tersebut sama dengan apa yang dijajakan oleh para pedagang kaki lima (PKL).<\/p>\n<p>Merasa ada larangan yang tebang pilih, maka puluhan pedagang kaki lima dan aktivis Kediri raya menduduki dua minimarket tersebut serta warung ayam geprek di kawasan SLG, Kamis (14\/10\/2021) siang.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan sound sistem volume tinggi mereka berorasi didepan tiga tempat usaha tersebut.<br \/>\nDalam orasinya mereka minta keadilan yang sama, para PKL dilarang jualan dilawasan SLG sedang tempat usaha tersebut malah boleh buka seenaknya saja padahal apa yang dijajakan disitu sama dengan yang dijual para PKL, &#8220;ucap para pendemo.<\/p>\n<p>Beruntung saja sebelum para pendemo datang di lokasi, tiga tempat usaha tersebut langsung menutup diri.<\/p>\n<p>Dalam dialognya sama sekertaris Satgas covid-19, Slamet Turmudi didepan minimarket sempat terjadi debat kusir, para pendemo minta agar semua aturan ditegakkan pada semuanya, kalau tidak boleh jualan mangapa tiga tempat tersebut dibiarkan tetap buka seenaknya, &#8220;ucap Tomi Ariwibowo.<\/p>\n<p>&#8220;Kami para PKL minta hari ini diijinkan untuk buka karena sudah selama hampir dua tahun para PKL tidak bisa jualan sama sekali. Melihat situasi mulai memanas Slamet Turmudi yang didampingi salah satu staf BPBD yang juga mantan ajudan Bupati Kediri mengatakan, bahwa akan dilakukan uji coba buka pada tanggal 22\/10\/2021 dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.<\/p>\n<p>Permintaan tersebut langsung disanggupi oleh para pendemo, &#8221; kalau mintanya itu maka hari ini juga kami para PKL akan melaksanakan dan akan jualan, &#8220;ucap para pendeno. Slamet Turmudi tetap ngotot minta buka uji coba tanggal 22\/10\/2021. Karena tidak ada kesepakatan, maka tiga tempat usaha di SLG minimarket dan warung ayam geprek juga harus tutup sehingga semua merasakan aturan dan tidak pilih kasih, &#8220;ucap Tomi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1317\" aria-describedby=\"caption-attachment-1317\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1317\" src=\"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/s2-400x250.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"250\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1317\" class=\"wp-caption-text\">Diteras Minimarket Inilah Terjadi Debat Kusir Antara Para Pendemo Dengan Sekertaris Satgas Covid-19<\/figcaption><\/figure>\n<p>Usai mediasi, Sekertaris satgas covid-19, Slamet Turmudi langsung ngacir melarikan diri menghindar dari kejaran para awak media yang mau minta konfirmasi.<\/p>\n<p>Dijelaskan, bahwa aksi demo para PKL dan Aktivis LSM Kediri raya dilakukan di depan kantor Pemkab jalan sukarno-Hatta Tepus dan di depan pendopo Panjalu jayati dijalan alun-alun timur Kediri. Mereka menuntut agar diijinkan untuk jualan di kawasan SLG. Dalam aksinya mereka sempat membakar gerobak sebagai simbul kekecewaannya karena tidak bisa menemui Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.<\/p>\n<p>Sementara itu usai aksinya, Tomi Ari Wibowo, mengatakan bahwa di masa pandemi ini kehidupan keluarga PKL semakin sulit, karena tidak bisa berjualan. Bahkan, banyak yang terpaksa menjual barang-barang di rumah agar bisa menyambung hidup.<\/p>\n<p>&#8220;Bahkan utang kami semakin menumpuk. Kami hanya ingin mandiri dan berusaha sendiri dengan cara berjualan di sekitar SLG. Selama ini, akses jalan di SLG kadang ditutup dan kami sering dilarang jualan sama petugas berseragam dari Pemkab Kediri,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut dia, para PKL seringkali merasa iri dengan adanya minimarket di kawasan SLG yang bisa leluasa berjualan dari pagi sampai malam. Ia menuturkan, barang yang dijual di sana tak jauh beda dengan barang yang diperdagangkan oleh PKL.<\/p>\n<p>&#8220;Sebenarnya kami tidak keberatan, tapi tolong kami juga diperbolehkan untuk berjualan seperti mereka (minimarket),&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun tim, bahwa tiga tempat usaha (dua minimarket dan satu warung ayam geprek) tersebut serta tanah kosong disebelahnya disinyalir milik keluarga pejabat dan keluarga mantan pejabat Kediri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investigasitimes.com, Kediri &#8211; Dampak pandemi covid-19 sangat dirasakan oleh semua masyarakat. Banyak usaha berguguran termasuk&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1316,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-1315","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1315"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1315\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1318,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1315\/revisions\/1318"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1315"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/investigasitimes.com\/times\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=1315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}